Semarang, 19 September 2026 – Pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah mencatat transaksi mencapai Rp2,4 miliar selama penyelenggaraan di kawasan parkir eks Plaza Semarang, Simpang Lima, Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada 12–19 September tersebut melibatkan 150 tenant usaha mikro, kecil, dan menengah. Nilai transaksi itu terdiri atas penjualan ritel sebesar Rp2.385.574.640 dan transaksi pemesanan Rp23.651.000. Capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi yang berlangsung selama rangkaian MTQ Nasional. Pameran sekaligus menjadi ruang promosi bagi berbagai produk unggulan dari daerah. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah kunjungan yang mencapai sekitar 80.000 orang selama delapan hari penyelenggaraan.
Selain transaksi langsung, pameran tersebut menghasilkan kontrak bisnis antarpelaku usaha dengan nilai mencapai Rp7,54 miliar. Salah satu kerja sama terbesar berupa penyediaan makanan untuk penanggulangan stunting dan pangan darurat bencana dengan nilai kontrak Rp5 miliar selama dua tahun. Sejumlah UMKM Jawa Tengah juga berhasil membangun kemitraan dengan pelaku usaha dari daerah lain. Produk yang masuk dalam kerja sama tersebut cukup beragam, mulai dari aksesori, batik, bahan pangan hingga minuman tradisional. Kontrak bisnis ini diharapkan tetap berjalan setelah rangkaian pameran resmi berakhir. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya berasal dari transaksi selama pameran berlangsung.
Peluang pasar internasional juga terbuka melalui pertemuan pelaku UMKM dengan sejumlah calon pembeli dari luar negeri. Salah satu minat terbesar datang dari pembeli asal Brasil terhadap produk tikar pandan sebanyak 6.460 lembar. Potensi kontrak dari permintaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4,56 miliar apabila seluruh proses bisnis terealisasi. Ketertarikan terhadap produk UMKM juga muncul dari calon pembeli asal Nigeria, India dan Amerika Serikat. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pelaku usaha didorong menindaklanjuti komunikasi yang telah terbangun agar potensi kerja sama dapat berkembang menjadi transaksi nyata.
Sebanyak 150 stan yang mengikuti pameran berasal dari berbagai kelompok peserta. Komposisinya meliputi 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten dan kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian serta 14 stan mandiri. Keragaman peserta membuat pengunjung dapat menemukan berbagai produk dalam satu kawasan pameran. Pelaku UMKM juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membangun jaringan, bertukar kontak bisnis dan mengumpulkan basis data pelanggan. Pemanfaatan media sosial serta pembuatan konten promosi turut didorong untuk memperluas jangkauan pemasaran setelah acara selesai. Strategi tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mempertahankan momentum yang diperoleh selama MTQ Nasional.
Pemerintah Jawa Tengah menilai pameran menjadi salah satu instrumen untuk membantu UMKM menghadapi tantangan pemasaran. Kemampuan menghasilkan produk berkualitas dinilai perlu diikuti dengan akses pasar yang semakin luas agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. Kehadiran puluhan ribu pengunjung memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dari berbagai daerah. Pada saat bersamaan, pertemuan bisnis memungkinkan UMKM memperoleh mitra distribusi maupun peluang kerja sama jangka panjang. Pameran juga diarahkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi umat yang menyertai penyelenggaraan MTQ Nasional. Dampak ekonomi tersebut diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Penyelenggaraan pameran tetap ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian utama MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Jawa Tengah. Selain menghadirkan kompetisi dan kegiatan keagamaan, agenda nasional tersebut memberikan dampak tambahan terhadap aktivitas perdagangan, jasa dan promosi produk daerah. Pemerintah berharap hubungan bisnis yang terbentuk selama delapan hari pameran tidak berhenti setelah kegiatan ditutup. Para pelaku UMKM didorong terus menjaga komunikasi dengan calon pembeli serta mitra yang ditemui selama acara. Kesempatan menembus pasar nasional maupun internasional juga dapat dikembangkan melalui tindak lanjut yang konsisten. Capaian transaksi Rp2,4 miliar dan kontrak bisnis Rp7,54 miliar menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 di Semarang.




