Padang Pariaman, 20 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memberikan pendampingan kepada 80 pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, untuk membantu pemulihan usaha setelah terdampak bencana. Program tersebut diarahkan agar para pelaku usaha dapat kembali menjalankan kegiatan produksi sekaligus memperkuat kemampuan mereka menghadapi berbagai tantangan pascabencana. Dukungan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan usaha yang berbeda pada setiap subsektor ekonomi kreatif. Pemerintah berharap kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak sehingga sumber pendapatan pelaku usaha dan keluarganya ikut pulih. Pendampingan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif di daerah terdampak.
Sebanyak 80 peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai bidang usaha ekonomi kreatif di Padang Pariaman. Mereka menghadapi beragam kendala setelah bencana, mulai dari terganggunya proses produksi, berkurangnya akses terhadap pasar, hingga kebutuhan untuk membangun kembali jaringan pemasaran. Kondisi tersebut membuat pemulihan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Pelaku ekonomi kreatif juga membutuhkan strategi agar produk mereka kembali dikenal dan dapat menjangkau konsumen. Karena itu, program pendampingan dirancang untuk memberikan penguatan dari sisi usaha maupun pengembangan kapasitas.
Kemenekraf menempatkan pelaku ekonomi kreatif sebagai salah satu kelompok yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal. Banyak usaha di sektor tersebut beroperasi dalam skala mikro dan kecil serta menjadi sumber penghasilan langsung bagi masyarakat. Ketika bencana terjadi, gangguan terhadap aktivitas usaha dapat memberikan dampak berantai terhadap pekerja, pemasok bahan baku, hingga jaringan perdagangan di sekitarnya. Pemulihan sektor ekonomi kreatif karena itu dinilai perlu berjalan beriringan dengan pemulihan infrastruktur dan aktivitas masyarakat. Semakin cepat usaha kembali berjalan, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi lokal untuk kembali normal.
Pendampingan juga diarahkan pada peningkatan kemampuan pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital. Pelaku usaha didorong untuk memperluas akses pasar dengan memanfaatkan berbagai saluran pemasaran yang tersedia, termasuk platform digital. Strategi tersebut dapat membantu usaha menjangkau konsumen di luar wilayah Padang Pariaman sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pasar lokal yang juga terdampak bencana. Selain pemasaran, penguatan identitas produk, kemasan, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Langkah ini diharapkan membuat produk ekonomi kreatif daerah memiliki daya saing yang lebih kuat setelah proses pemulihan.
Program bagi 80 pelaku ekonomi kreatif tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan kondisi usaha seperti sebelum bencana. Pemerintah juga mendorong peserta melakukan evaluasi terhadap model bisnis agar lebih adaptif menghadapi situasi darurat pada masa mendatang. Diversifikasi pemasaran dan penguatan jaringan menjadi beberapa aspek yang dapat membantu mengurangi risiko ketika aktivitas ekonomi di satu wilayah mengalami gangguan. Pelaku usaha juga didorong membangun hubungan yang lebih luas dengan komunitas, pemerintah daerah, dan pihak lain yang dapat mendukung pengembangan bisnis. Dengan demikian, proses pemulihan sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi usaha.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan agar pendampingan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Perkembangan usaha peserta perlu dipantau untuk mengetahui kebutuhan lanjutan yang muncul ketika mereka kembali menjalankan kegiatan produksi. Akses terhadap promosi, pasar, peningkatan keterampilan, serta jejaring bisnis menjadi beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan pemulihan. Pemerintah daerah juga memiliki peran dalam memetakan potensi subsektor ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan berdasarkan karakteristik wilayah. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat terbentuknya kembali aktivitas ekonomi produktif di kawasan terdampak.
Pemulihan ekonomi pascabencana pada akhirnya membutuhkan proses yang berkelanjutan karena setiap pelaku usaha memiliki tingkat kerusakan dan kemampuan bangkit yang berbeda. Pendampingan terhadap 80 pelaku ekonomi kreatif Padang Pariaman menjadi salah satu langkah untuk memastikan sektor produktif masyarakat mendapatkan perhatian dalam proses pemulihan. Kemenekraf berharap para peserta mampu kembali menghasilkan produk, mempertahankan usahanya, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Bangkitnya usaha ekonomi kreatif juga diharapkan membantu menghidupkan kembali perputaran ekonomi masyarakat di Padang Pariaman. Dengan penguatan kapasitas dan dukungan yang berkelanjutan, pelaku usaha diharapkan tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga memiliki ketahanan bisnis yang lebih baik menghadapi tantangan berikutnya.




