Jakarta, 3 September 2026 – Perayaan satu dekade perjalanan BLACKPINK yang seharusnya menjadi momentum istimewa justru meninggalkan kontroversi setelah fan meeting kelompok K-pop tersebut digelar di Museum Nasional Korea, Seoul. Acara pada 8 Agustus 2026 itu mempertemukan Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa dengan hanya 40 penggemar terpilih dalam rangka memperingati 10 tahun debut BLACKPINK. Polemik muncul setelah penyelenggaraan kegiatan menyebabkan akses pengunjung umum menuju salah satu area pameran khusus dibatasi selama sekitar satu jam. Jadwal kegiatan lain di museum juga mengalami perubahan sehingga sebagian pengunjung mengeluhkan ketidaknyamanan yang mereka rasakan. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi permintaan pemeriksaan terhadap proses persetujuan dan penggunaan fasilitas museum. Museum Nasional Korea akhirnya mengakui terdapat kekurangan dalam pengelolaan acara dan menyampaikan permintaan maaf.
Fan meeting tersebut berlangsung di lobi Special Exhibition Hall 1 yang ketika itu menjadi lokasi pameran khusus bertajuk Amazing Thailand: Masterpieces of Thai Art. Keempat anggota BLACKPINK hadir untuk bertemu secara langsung dengan 40 BLINK yang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan. Demi menjaga keamanan dan kelancaran acara, museum memberlakukan pembatasan terhadap masuknya pengunjung baru menuju ruang pameran selama kurang lebih satu jam. Kebijakan tersebut menjadi persoalan karena museum tetap merupakan fasilitas publik yang pada waktu bersamaan dikunjungi masyarakat umum. Sebagian pengunjung merasa aktivitas mereka terganggu oleh kegiatan yang hanya melibatkan kelompok kecil penggemar. Kritik kemudian berkembang mengenai apakah penggunaan fasilitas publik untuk acara selebritas telah mempertimbangkan hak dan kenyamanan pengunjung lainnya.
Kontroversi tidak berhenti pada pembatasan akses karena terdapat perubahan terhadap jadwal program lokakarya yang sebelumnya telah direncanakan museum. Pengunjung yang datang tanpa mengetahui adanya kegiatan BLACKPINK menghadapi situasi berbeda dari jadwal kunjungan normal. Minimnya pemberitahuan sebelumnya menjadi salah satu aspek yang paling banyak dipersoalkan. Masyarakat menilai informasi mengenai perubahan akses seharusnya diberikan lebih awal sehingga pengunjung dapat menyesuaikan rencana mereka. Persoalan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai proses koordinasi antara pihak museum dan penyelenggara. Besarnya popularitas BLACKPINK juga membuat setiap perubahan operasional yang berkaitan dengan kegiatan mereka mendapatkan perhatian luas.
Pada 10 Agustus 2026, sebuah petisi disampaikan melalui sistem pengaduan masyarakat Korea Selatan untuk meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melakukan pemeriksaan. Permohonan tersebut mempertanyakan proses persetujuan fan meeting, penggunaan fasilitas museum, serta mekanisme pemberitahuan mengenai pembatasan terhadap pengunjung. Persoalan kemudian diteruskan kepada Museum Nasional Korea untuk mendapatkan penjelasan mengenai kronologi dan dasar penyelenggaraan kegiatan. Museum menjelaskan acara tersebut bukan penyewaan fasilitas kepada pihak eksternal sebagaimana kegiatan komersial biasa. Fan meeting merupakan bagian dari program kolaborasi pemasaran global antara Museum Nasional Korea dan BLACKPINK yang telah berjalan sejak Februari 2026. Kolaborasi tersebut antara lain diarahkan untuk mempromosikan museum dan pameran khusus kepada masyarakat domestik maupun internasional.
Berdasarkan penjelasan museum, permintaan penyelenggaraan fan meeting disampaikan YG Entertainment pada 29 Juli 2026. Direktur Museum Nasional Korea Yoo Hong-jun kemudian memberikan persetujuan pada 3 Agustus, sedangkan lokasi kegiatan ditentukan pada 5 Agustus. Keputusan mengenai pembatasan masuk pengunjung menuju ruang pameran baru ditetapkan sehari sebelum acara berlangsung. Rentang waktu yang relatif singkat tersebut menjadi bagian yang mendapatkan perhatian setelah kontroversi berkembang. Persiapan sebuah kegiatan yang melibatkan salah satu grup musik terbesar Korea Selatan membutuhkan pengaturan keamanan sekaligus pengelolaan arus pengunjung yang matang. Museum kemudian mengakui bahwa terdapat bagian dalam proses operasional yang seharusnya dapat ditangani dengan lebih baik.
Museum Nasional Korea menyampaikan permintaan maaf melalui jawaban atas pengaduan pada 28 Agustus 2026. Pihak museum menyatakan telah berupaya menjaga keamanan acara sekaligus meminimalkan ketidaknyamanan bagi pengunjung, tetapi mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Museum juga berjanji melakukan evaluasi apabila kegiatan kolaboratif serupa kembali diselenggarakan pada masa mendatang. Dampak kegiatan terhadap kunjungan umum akan dipertimbangkan secara lebih mendalam sebelum izin dan pengaturan operasional ditetapkan. Pemberitahuan kepada masyarakat juga menjadi aspek yang akan mendapatkan perhatian lebih besar. Evaluasi tersebut diharapkan mencegah terulangnya situasi ketika kepentingan sebuah kegiatan khusus berbenturan dengan akses masyarakat terhadap fasilitas publik.
Kontroversi museum sebenarnya menjadi persoalan tambahan dari polemik yang telah muncul sebelum fan meeting berlangsung. Pengumuman acara baru disampaikan sekitar dua hari sebelum peringatan 10 tahun debut BLACKPINK dan kesempatan hadir dibatasi hanya untuk 40 penggemar. Pendaftaran juga dibuka dalam periode relatif singkat dan hanya penggemar yang memenuhi ketentuan keanggotaan tertentu yang dapat mengikutinya. Sebagian BLINK menilai skala kegiatan terlalu kecil untuk memperingati satu dekade perjalanan salah satu grup K-pop terbesar di dunia. Perbandingan bahkan muncul dengan perayaan ulang tahun sebelumnya ketika kesempatan bertemu penggemar dinilai lebih luas. Ketidakpastian mengenai kehadiran seluruh anggota sebelum acara turut membuat sebagian penggemar kecewa dengan persiapan perayaan tersebut.
Ketika acara akhirnya digelar, Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa hadir bersama sehingga BLACKPINK kembali tampil lengkap di hadapan penggemar Korea. Pertemuan utama berlangsung sekitar 30 menit, sementara siaran langsung yang menyertai perayaan tersebut berlangsung relatif singkat. Jisoo kemudian mengakui terdapat persoalan komunikasi mengenai perencanaan kegiatan dan menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar. Rosé juga menyampaikan penyesalannya setelah melihat kekecewaan yang muncul di kalangan BLINK. Lisa kemudian turut memberikan respons serupa, disusul Jennie yang menyampaikan permintaan maaf melalui pesan kepada penggemar. Respons para anggota memperlihatkan bahwa kritik terhadap perayaan ulang tahun ke-10 telah berkembang cukup besar hingga membutuhkan penjelasan secara pribadi.
Polemik tersebut menjadi perhatian karena perayaan satu dekade memiliki makna khusus dalam perjalanan BLACKPINK. Grup yang debut pada Agustus 2016 tersebut telah berkembang menjadi salah satu nama terbesar dalam industri musik Korea Selatan dengan basis penggemar internasional yang sangat luas. Ekspektasi terhadap perayaan 10 tahun karena itu berada pada tingkat tinggi, terlebih para anggota dalam beberapa tahun terakhir juga semakin aktif menjalankan kegiatan individu. Penggemar berharap momentum satu dekade dapat memberikan kesempatan lebih besar untuk merayakan perjalanan kelompok secara bersama. Ketika kegiatan yang diumumkan ternyata hanya melibatkan puluhan penggemar dan berlangsung singkat, muncul kesenjangan antara harapan dengan bentuk perayaan yang diselenggarakan. Kontroversi penggunaan museum kemudian semakin memperbesar perhatian terhadap persoalan tersebut.
Bagi Museum Nasional Korea, kejadian ini menjadi evaluasi mengenai pengelolaan kolaborasi dengan figur budaya populer. Kerja sama dengan artis global seperti BLACKPINK memiliki potensi besar untuk memperkenalkan koleksi dan program museum kepada kelompok masyarakat yang sebelumnya mungkin tidak terlalu dekat dengan institusi kebudayaan. Popularitas K-pop juga dapat membantu museum menjangkau audiens internasional dalam skala sangat luas. Namun, manfaat promosi tersebut harus diseimbangkan dengan fungsi utama museum sebagai ruang publik yang melayani pengunjung secara umum. Kegiatan khusus membutuhkan perencanaan mengenai keamanan, kapasitas, akses, dan pemberitahuan agar tidak mengganggu pengalaman masyarakat lainnya. Kontroversi BLACKPINK menunjukkan pentingnya keseimbangan tersebut ketika budaya populer dan institusi publik bertemu dalam sebuah kolaborasi.
Permintaan maaf Museum Nasional Korea akhirnya menjadi penutup sementara dari polemik operasional fan meeting BLACKPINK, meskipun perdebatan mengenai penyelenggaraan perayaan ulang tahun ke-10 masih menjadi perhatian sebagian penggemar. Museum memastikan akan lebih berhati-hati dalam menilai dampak kegiatan kolaborasi terhadap pengunjung umum serta meningkatkan pemberitahuan sebelum perubahan operasional diberlakukan. Bagi BLACKPINK, momentum tersebut juga menghasilkan refleksi setelah keempat anggota menyampaikan respons terhadap kekecewaan penggemar mengenai perayaan satu dekade mereka. Peristiwa ini memperlihatkan besarnya ekspektasi yang mengikuti setiap kegiatan grup dengan basis penggemar global. Di sisi lain, institusi publik menghadapi tanggung jawab untuk memastikan kolaborasi dengan selebritas tidak mengurangi akses masyarakat terhadap layanan utama. Evaluasi dari kejadian tersebut diharapkan membuat kegiatan serupa pada masa mendatang dapat berjalan dengan perencanaan yang lebih matang dan tetap memberikan pengalaman positif bagi seluruh pihak.






