Jakarta, 1 Oktober 2026 – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyambut bergabungnya dua Wakil Menteri Keuangan baru, yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Keduanya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dengan penambahan tersebut, Suahasil kini didampingi tiga wakil menteri karena sebelumnya Juda Agung telah lebih dahulu menempati posisi Wamenkeu. Susunan baru itu akan memperkuat jajaran pimpinan Kementerian Keuangan dalam mengelola berbagai agenda fiskal pemerintah.
Pengangkatan Luky dan Nurkholisoh tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dalam prosesi pelantikan, Presiden memimpin pengucapan sumpah jabatan yang kemudian diikuti kedua Wamenkeu tersebut. Keduanya berjanji menjalankan tugas sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan serta menjunjung etika jabatan. Pelantikan itu menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih yang dilakukan pada awal Oktober 2026.
Dengan formasi tersebut, jajaran Wakil Menteri Keuangan kini terdiri atas Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Juda telah menjabat Wamenkeu sejak Februari 2026, sedangkan dua nama lainnya masuk dalam pelantikan pada 1 Oktober. Kementerian Keuangan sebelumnya juga pernah memiliki tiga wakil menteri pada awal pemerintahan Kabinet Merah Putih. Perubahan sejumlah pejabat kemudian membuat komposisinya mengalami beberapa kali penyesuaian hingga kembali menjadi tiga orang.
Luky bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia merupakan birokrat karier yang mulai bekerja di kementerian tersebut sejak Maret 1995 dan pernah menduduki berbagai jabatan strategis. Luky antara lain pernah menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, serta Direktur Jenderal Anggaran. Pengalaman panjang tersebut membuatnya telah menangani berbagai bidang, mulai dari perpajakan, kebijakan fiskal, pembiayaan hingga penganggaran negara.
Sementara itu, Nurkholisoh memiliki latar belakang sebagai ekonom dan peneliti dengan pengalaman panjang di Bank Indonesia. Ia pernah menjadi Senior Economist di bank sentral pada 2006–2019 dan kembali bergabung sebagai Senior Researcher sejak November 2024. Nurkholisoh juga memiliki pengalaman profesional di sektor swasta serta menempuh pendidikan doktoral bidang keuangan di University of Edinburgh Business School. Pengalaman di bidang penelitian dan kebijakan ekonomi tersebut kini dibawanya ke jajaran pimpinan Kementerian Keuangan.
Juda Agung turut menyambut positif masuknya dua pejabat baru tersebut, khususnya kembalinya Luky ke lingkungan Kementerian Keuangan. Menurut Juda, pengalaman Luky di berbagai unit membuatnya memahami banyak aspek pengelolaan keuangan negara. Dengan tiga Wamenkeu, pembagian tugas di lingkungan kementerian dapat mencakup spektrum yang luas, termasuk pengelolaan APBN, penerimaan, belanja, pembiayaan, hubungan keuangan pusat dan daerah, serta kebijakan ekonomi dan fiskal. Rincian pembagian tugas masing-masing wakil menteri selanjutnya menjadi bagian dari pengaturan internal Kementerian Keuangan.
Suahasil kini memimpin Kementerian Keuangan dengan dukungan tiga wakil yang memiliki latar belakang berbeda. Juda membawa pengalaman dari Bank Indonesia, Luky memiliki perjalanan panjang sebagai birokrat Kemenkeu, sedangkan Nurkholisoh mempunyai rekam jejak sebagai ekonom dan peneliti. Kombinasi tersebut menjadi susunan baru pimpinan kementerian setelah perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo. Fokus berikutnya adalah bagaimana pembagian tugas ketiga Wamenkeu diterapkan untuk mendukung pengelolaan fiskal dan pelaksanaan kebijakan keuangan negara pada sisa periode pemerintahan 2024–2029.




