Jakarta, 24 September 2026 – Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura pada pertandingan pertama Grup A Premier Division. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 25 September 2026, pukul 20.00 WIB. Indonesia tergabung bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh dalam Grup A. Pertandingan pertama menjadi kesempatan bagi skuad asuhan John Herdman untuk mengawali turnamen dengan hasil positif sebelum menghadapi Malaysia dan Bangladesh.
John Herdman diperkirakan menggunakan skema tiga bek dengan pendekatan menyerang. Salah satu prediksi mengarah pada formasi 3-4-2-1, meski susunan resmi baru dapat diketahui menjelang pertandingan. Emil Audero menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi posisi penjaga gawang. Di depannya, kombinasi Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner berpeluang menjadi pilihan untuk menjaga pertahanan Garuda.
Komposisi lini belakang Indonesia mengalami penyesuaian karena Jay Idzes dipastikan tidak tersedia akibat cedera. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Elkan, Rizky, dan Hubner untuk menjadi trio bek sejak menit pertama. Herdman masih mempunyai alternatif lain seperti Kevin Diks, Jordi Amat, Dion Markx, Dean James, Dony Tri Pamungkas, dan Shayne Pattynama dalam skuadnya. Banyaknya pilihan memungkinkan pelatih melakukan perubahan sesuai kebutuhan pertandingan dan kondisi kebugaran pemain.
Pada sektor sayap, Kevin Diks dan Calvin Verdonk menjadi opsi untuk memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Alternatif lainnya adalah memainkan Yakob Sayuri di kanan dengan Verdonk di kiri apabila Herdman menginginkan karakter lebih ofensif. Kedua sisi lapangan diperkirakan memiliki peran penting untuk membuka pertahanan Singapura sekaligus memberikan suplai bola ke kotak penalti. Variasi tersebut juga membuat Indonesia dapat berganti bentuk dari tiga menjadi lima pemain bertahan ketika kehilangan penguasaan bola.
Lini tengah berpotensi dipercayakan kepada Joey Pelupessy dan Thom Haye. Pelupessy dapat mengambil peran menjaga keseimbangan serta memutus serangan lawan, sedangkan Haye mempunyai kemampuan mengatur tempo dan distribusi bola dari area tengah. Calvin Verdonk juga disebut sebagai salah satu opsi di lini tengah dalam variasi susunan tertentu. Indonesia membutuhkan sirkulasi bola yang cepat untuk menghindari permainan menjadi terlalu padat apabila Singapura memilih bertahan lebih dalam.
Persaingan menarik juga terjadi di lini depan. Ole Romeny hampir selalu muncul dalam sejumlah prediksi sebagai salah satu pilihan utama Herdman, sedangkan Mitchell Baker berpeluang ditempatkan sebagai penyerang tengah. Baker mempunyai postur sekitar 196 sentimeter sehingga dapat menawarkan alternatif melalui duel udara dan umpan silang. Ragnar Oratmangoen, Luke Vickery, Rayhan Hannan, dan Egy Maulana Vikri menjadi opsi lain yang dapat memberikan karakter serangan berbeda.
Jika menggunakan formasi 3-4-2-1, salah satu susunan yang diprediksi adalah Emil Audero sebagai penjaga gawang; Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner sebagai tiga bek; Kevin Diks, Joey Pelupessy, Thom Haye, serta Calvin Verdonk di sektor tengah dan sayap; kemudian Ole Romeny dan Luke Vickery berada di belakang Mitchell Baker. Namun, terdapat prediksi lain yang menempatkan Yakob Sayuri, Ragnar Oratmangoen, dan Rayhan Hannan sebagai starter. Perbedaan tersebut menunjukkan Herdman memiliki cukup banyak pilihan dan susunan final masih terbuka sampai menjelang sepak mula.
Indonesia juga membawa kedalaman skuad yang cukup besar untuk turnamen ini. Selain Audero, posisi penjaga gawang dihuni Maarten Paes dan Nadeo Argawinata. Sementara di lini depan terdapat Baker, Ragnar, Ole, dan Vickery, dengan sejumlah gelandang menyerang yang dapat digeser lebih dekat ke kotak penalti. Komposisi tersebut memberikan Herdman pilihan untuk melakukan rotasi mengingat Indonesia kembali menghadapi Malaysia pada 28 September dan Bangladesh pada 1 Oktober.
Pertandingan melawan Singapura sekaligus membawa catatan tersendiri bagi Indonesia di SUGBK. Pertemuan terakhir kedua negara di stadion tersebut terjadi pada Piala AFF 2008, ketika Indonesia kalah 0-2 melalui gol Baihakki Khaizan dan Shi Jiayi. Kini kedua tim kembali bertemu di venue yang sama hampir 18 tahun kemudian dengan komposisi pemain dan konteks turnamen yang berbeda. Faktor kandang memberikan dukungan tambahan bagi Indonesia, tetapi hasil pertandingan tetap ditentukan oleh efektivitas permainan kedua tim selama 90 menit.
Dengan materi pemain yang tersedia, Indonesia mempunyai beberapa opsi untuk memainkan sepak bola agresif sejak awal, tetapi prediksi kemenangan telak tetap tidak dapat dipastikan sebelum pertandingan berlangsung. Singapura berpeluang merespons dengan pertahanan rapat dan mencoba memanfaatkan transisi ketika Indonesia kehilangan bola. Garuda karena itu perlu menjaga keseimbangan ketika kedua wing-back bergerak maju serta memaksimalkan peluang yang tercipta di depan gawang. Susunan pemain resmi dan strategi akhir John Herdman baru akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai pendekatan Indonesia dalam pertandingan pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut.




