Jakarta, 14 Mei 2026 – Kepala World Health Organization atau WHO memperingatkan bahwa kasus hantavirus berpotensi meningkat di berbagai wilayah apabila langkah pencegahan dan pengawasan kesehatan tidak diperkuat sejak dini. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. WHO menilai hantavirus perlu mendapat perhatian serius karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat dan memiliki risiko fatal apabila tidak ditangani dengan cepat serta tepat.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi virus tersebut. Penularan dapat terjadi ketika partikel yang terkontaminasi terhirup manusia, terutama di lingkungan yang kotor, lembap, atau memiliki populasi tikus tinggi. Gejala awal penyakit ini sering menyerupai flu biasa seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan, namun dalam kondisi tertentu dapat berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru dan sistem pernapasan yang mengancam nyawa pasien.
WHO menilai perubahan lingkungan, urbanisasi, perubahan iklim, dan meningkatnya interaksi manusia dengan habitat hewan liar dapat memperbesar potensi penyebaran penyakit zoonosis termasuk hantavirus. Karena itu, negara-negara di dunia diminta memperkuat sistem deteksi dini, pengawasan kesehatan masyarakat, dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko penularan. Pengendalian populasi tikus di kawasan padat penduduk juga dianggap menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.
Pengamat kesehatan global menilai dunia saat ini semakin rentan menghadapi kemunculan penyakit baru maupun peningkatan kasus penyakit zoonosis akibat perubahan pola lingkungan dan mobilitas manusia yang sangat tinggi. Pengalaman pandemi global beberapa tahun terakhir membuat lembaga kesehatan internasional kini lebih aktif memberikan peringatan dini terhadap potensi wabah penyakit agar negara-negara dapat mempersiapkan langkah mitigasi lebih cepat sebelum situasi berkembang lebih serius.
Meski WHO memperingatkan kemungkinan peningkatan kasus hantavirus, masyarakat diminta tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Langkah sederhana seperti membersihkan area rumah, menghindari kontak langsung dengan tikus atau kotorannya, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan dinilai penting untuk mencegah risiko yang lebih besar. Peringatan WHO ini juga menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular dari hewan masih menjadi tantangan kesehatan global yang perlu dihadapi bersama melalui kerja sama internasional dan kesadaran masyarakat luas.







