Jakarta, 15 Mei 2026 – Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mempromosikan penggunaan sistem pembayaran digital QRIS sebagai salah satu solusi untuk memperkuat perdagangan intra-negara BRICS. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya mendorong integrasi ekonomi dan penguatan kerja sama keuangan antarnegara berkembang di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Dalam berbagai forum internasional, Indonesia disebut terus memperkenalkan sistem pembayaran digital nasional sebagai bagian dari inovasi sektor keuangan yang mampu mendukung transaksi lintas negara secara lebih praktis dan efisien. Promosi QRIS juga dianggap sebagai bentuk dorongan terhadap penggunaan sistem pembayaran berbasis teknologi yang lebih inklusif di kawasan ekonomi berkembang.
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard selama ini dikenal sebagai sistem pembayaran digital yang digunakan secara luas di Indonesia untuk berbagai jenis transaksi, mulai dari usaha kecil hingga pusat perbelanjaan besar. Dengan sistem berbasis kode QR yang terintegrasi, transaksi dapat dilakukan lebih cepat tanpa perlu menggunakan uang tunai maupun kartu fisik. Pemerintah menilai pengembangan sistem pembayaran digital seperti QRIS memiliki potensi besar untuk mendukung perdagangan lintas negara, terutama di antara negara-negara berkembang yang tengah mempercepat transformasi ekonomi digital mereka. Selain mempermudah transaksi, sistem semacam ini juga dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi biaya pembayaran internasional.
Pengamat ekonomi internasional menilai promosi QRIS dalam lingkup BRICS menunjukkan upaya Indonesia untuk memperkuat peran teknologi keuangan dalam diplomasi ekonomi global. Negara-negara anggota BRICS selama ini memang terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi alternatif di tengah dominasi sistem keuangan internasional yang selama ini banyak dipengaruhi negara-negara Barat. Dengan berkembangnya teknologi pembayaran digital, negara-negara berkembang dinilai memiliki peluang lebih besar membangun sistem transaksi yang lebih mandiri, cepat, dan terhubung secara langsung antarnegara anggota. Langkah ini juga dianggap relevan dengan meningkatnya tren ekonomi digital dan transaksi tanpa uang tunai di berbagai negara dunia.
Selain mendukung perdagangan, penggunaan sistem pembayaran digital lintas negara juga dinilai dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah memperluas pasar internasional. Banyak UMKM disebut masih menghadapi kendala dalam transaksi lintas negara karena biaya transfer dan sistem pembayaran yang rumit. Dengan integrasi pembayaran digital yang lebih sederhana, peluang perdagangan antarnegara di kawasan berkembang diharapkan menjadi lebih terbuka dan mudah diakses pelaku usaha kecil. Karena itu, pengembangan kerja sama teknologi finansial kini mulai menjadi bagian penting dalam pembahasan ekonomi internasional modern.
Dorongan penggunaan QRIS dalam perdagangan antarnegara BRICS memperlihatkan bagaimana Indonesia berupaya mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan ekonomi digital global. Pemerintah berharap inovasi sistem pembayaran nasional tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi bagian dari kerja sama ekonomi internasional yang lebih luas. Di tengah perubahan pola perdagangan dunia yang semakin digital, integrasi sistem pembayaran lintas negara diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat hubungan ekonomi dan mempercepat pertumbuhan perdagangan global di masa mendatang.







