Jakarta, 14 Mei 2026 – Momentum perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus dimanfaatkan Pastor Gereja Katedral untuk mengajak umat memperkuat nilai kasih, toleransi, dan sikap saling menghormati antar sesama. Dalam khotbah dan pesan rohaninya, pastor mengingatkan pentingnya menghindari sikap saling menghakimi di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam dan dinamis.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian ibadah yang berlangsung khidmat dan dihadiri banyak umat Kristiani. Suasana perayaan terlihat penuh kekhusyukan dengan jemaat yang datang sejak pagi untuk mengikuti misa Hari Kenaikan Yesus Kristus, salah satu hari besar penting dalam kalender umat Kristen.
Dalam pesannya, pastor menekankan bahwa kehidupan sosial saat ini sering dipenuhi penilaian cepat terhadap orang lain, baik di lingkungan sehari-hari maupun melalui media sosial. Menurutnya, sikap mudah menghakimi dapat merusak hubungan antarmanusia dan memperbesar perpecahan di tengah masyarakat yang sebenarnya membutuhkan semangat persaudaraan dan saling memahami.
Ia juga mengingatkan bahwa ajaran kasih dan pengampunan menjadi inti penting dalam kehidupan beragama. Karena itu, umat diajak lebih mengedepankan empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan dibanding memperbesar konflik atau mencari kesalahan pihak lain dalam kehidupan sosial.
Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan tertib dengan pengamanan dari aparat keamanan di berbagai gereja. Banyak umat memanfaatkan momentum ibadah tidak hanya untuk berdoa, tetapi juga melakukan refleksi mengenai kehidupan sosial dan hubungan antar sesama di tengah tantangan zaman modern.
Pengamat sosial keagamaan menilai pesan mengenai pentingnya tidak saling menghakimi sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama di era digital ketika opini dan komentar negatif dapat menyebar sangat cepat melalui internet dan media sosial. Sikap toleran dan kemampuan memahami perbedaan dianggap semakin penting untuk menjaga keharmonisan sosial.
Selain itu, tokoh agama juga dinilai memiliki peran besar dalam menjaga kesejukan di masyarakat melalui pesan-pesan moral yang menekankan perdamaian dan persatuan. Ceramah dan khotbah keagamaan dianggap mampu menjadi ruang edukasi sosial yang membantu memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas antarwarga.
Melalui momentum Hari Kenaikan Yesus Kristus, umat diajak untuk tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Pesan untuk mengurangi sikap saling menghakimi diharapkan dapat menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih mengedepankan kasih, toleransi, dan rasa hormat dalam kehidupan sehari-hari.






