Manchester, 15 Oktober 2026 – Manchester United kembali menghadapi tekanan setelah gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan beruntun di berbagai kompetisi musim 2026–2027. Kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada pertandingan Liga Champions menjadi pemicu munculnya kritik terbuka dari bek tengah Lisandro Martinez terhadap kebijakan transfer klub. Pemain asal Argentina tersebut mempertanyakan langkah manajemen yang dinilai belum cukup memperkuat sejumlah posisi penting dalam skuad. Sorotan terutama diarahkan kepada Direktur Sepak Bola Jason Wilcox yang bertanggung jawab dalam strategi perekrutan pemain. Situasi tersebut memunculkan pembahasan mengenai lima pemain yang dinilai layak dipertimbangkan Manchester United untuk meningkatkan daya saing tim.
Reuters
+1
Kritik Martinez muncul setelah Manchester United tampil kurang meyakinkan ketika menghadapi Atletico Madrid di Stadion Metropolitano. Kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk tim asuhan Michael Carrick yang belum mampu menemukan konsistensi permainan. Martinez menilai persoalan klub tidak hanya berkaitan dengan pelatih dan pemain, tetapi juga keputusan yang dibuat jajaran manajemen. Meskipun Manchester United telah mendatangkan sejumlah pemain pada bursa transfer musim panas, beberapa sektor dinilai masih membutuhkan tambahan kualitas. Martinez kemudian menjelaskan bahwa komentarnya dipengaruhi rasa kecewa setelah pertandingan, tetapi tetap menekankan pentingnya pembenahan tim.
Salah satu nama yang dianggap sesuai untuk memperkuat Manchester United adalah Lewis Hall dari Newcastle United. Bek kiri tim nasional Inggris tersebut memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang dapat memberikan keseimbangan pada sisi lapangan. Posisi bek kiri menjadi perhatian karena Luke Shaw kerap menghadapi persoalan kebugaran, sementara pilihan penggantinya masih terbatas. Dalam pertandingan melawan Atletico Madrid, Manchester United bahkan harus menempatkan Ayden Heaven yang berposisi asli sebagai bek tengah untuk mengisi sektor tersebut. Hall disebut memiliki nilai transfer sekitar 70 juta euro sehingga perekrutannya membutuhkan pertimbangan finansial yang matang.
Alternatif lain untuk posisi bek kiri adalah Alejandro Balde yang saat ini memperkuat Barcelona. Pemain asal Spanyol tersebut dikenal memiliki kecepatan, kemampuan membawa bola, dan kontribusi dalam membangun serangan dari sisi lapangan. Karakteristik permainannya dapat memberikan variasi bagi Manchester United ketika menghadapi lawan yang menerapkan pertahanan rapat. Balde sebelumnya sempat dikaitkan dengan kemungkinan kepindahan ke Old Trafford, tetapi persoalan biaya transfer menjadi salah satu hambatan. Apabila kembali mempertimbangkan namanya, Manchester United perlu memperhitungkan kebutuhan tim serta kemampuan klub memenuhi tuntutan finansial Barcelona.
Di sektor tengah, Aurelien Tchouameni dari Real Madrid dinilai sebagai pemain yang dapat meningkatkan kekuatan Manchester United. Gelandang tim nasional Prancis tersebut memiliki kemampuan membaca permainan, memutus serangan lawan, dan menjaga keseimbangan antara lini pertahanan dengan lini tengah. Kehadirannya berpotensi memberikan perlindungan tambahan kepada barisan bek sekaligus membantu penguasaan bola. Manchester United memang telah memperkuat lini tengah dengan mendatangkan Carlos Baleba, Youri Tielemans, dan Andrey Santos pada bursa transfer sebelumnya. Namun, tambahan pemain dengan karakter bertahan seperti Tchouameni dinilai masih dapat membantu tim menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Kebutuhan tambahan pemain juga terlihat pada lini depan Manchester United yang menghadapi persoalan kedalaman skuad. Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace menjadi salah satu penyerang yang dianggap layak masuk pertimbangan klub. Pemain asal Prancis tersebut memiliki pengalaman bermain di Premier League serta kemampuan memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti. Ketika Benjamin Sesko mengalami cedera, Manchester United memiliki pilihan penyerang tengah yang lebih terbatas dengan Joshua Zirkzee sebagai salah satu opsi utama. Mateta disebut dapat menjadi alternatif untuk memperkuat rotasi lini depan, terutama ketika tim harus menjalani jadwal pertandingan yang padat.
Nama kelima yang dinilai berpotensi memperbaiki kualitas Manchester United adalah Nico Schlotterbeck dari Borussia Dortmund. Bek tengah asal Jerman tersebut memiliki kemampuan mengalirkan bola dari lini belakang dan membantu membangun serangan. Kehadirannya dapat memberikan pilihan tambahan bagi Carrick yang menghadapi persoalan cedera serta inkonsistensi di sektor pertahanan. Absennya Matthijs de Ligt dalam sejumlah pertandingan turut memperlihatkan pentingnya memiliki kedalaman pemain yang memadai. Schlotterbeck dianggap memiliki karakter permainan yang sesuai untuk memperkuat organisasi pertahanan Manchester United dalam menghadapi kompetisi domestik maupun Eropa.
Meski kelima pemain tersebut dinilai memiliki kualitas yang dibutuhkan, perekrutan mereka tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan dan strategi jangka panjang klub. Manchester United harus memperhitungkan nilai transfer, gaji pemain, serta kebutuhan mempertahankan keseimbangan skuad. Persaingan dengan klub lain juga dapat menjadi hambatan dalam upaya mendatangkan pemain dari tim-tim besar Eropa. Selain itu, nama-nama tersebut merupakan opsi yang dibahas dalam analisis kebutuhan tim, bukan daftar transfer resmi yang telah diumumkan Manchester United. Keputusan akhir mengenai perekrutan tetap berada di tangan manajemen dan tim pelatih berdasarkan evaluasi performa pemain.
Kritik Lisandro Martinez menjadi pengingat bahwa Manchester United masih memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan konsistensi permainan pada musim 2026–2027. Kegagalan meraih kemenangan dalam lima pertandingan beruntun memperlihatkan perlunya evaluasi terhadap strategi, kedalaman skuad, dan pelaksanaan kebijakan transfer. Lewis Hall, Alejandro Balde, Aurelien Tchouameni, Jean-Philippe Mateta, serta Nico Schlotterbeck menjadi lima nama yang dinilai dapat menjawab kebutuhan pada posisi berbeda. Namun, penambahan pemain berkualitas juga harus disertai perbaikan koordinasi tim dan peningkatan performa pemain yang sudah tersedia. Manchester United kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa pembenahan skuad dan strategi permainan mampu membawa klub kembali bersaing secara konsisten di level tertinggi.




