Jakarta, 5 Mei 2026 – Banjir melanda wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, menyebabkan sekitar 700 kepala keluarga (KK) terdampak. Genangan air merendam permukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Air mulai naik setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, ditambah meluapnya aliran sungai di sekitar kawasan. Beberapa titik bahkan mengalami genangan cukup dalam yang membuat warga kesulitan beraktivitas.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama instansi terkait telah dikerahkan untuk membantu warga terdampak. Proses evakuasi dilakukan bagi warga yang rumahnya terendam cukup parah, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Selain evakuasi, bantuan logistik mulai disalurkan, termasuk makanan siap saji, air bersih, serta kebutuhan darurat lainnya. Posko sementara juga didirikan untuk menampung warga yang harus mengungsi.
Banjir ini kembali menyoroti persoalan drainase dan kapasitas aliran air di kawasan padat penduduk. Banyak pihak menilai perlunya perbaikan sistem pengendalian banjir agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Hingga saat ini, kondisi di Cipondoh masih dalam penanganan, dan petugas terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap terkendali.







