Palembang, 9 Oktober 2026 – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Jumat (9/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di sejumlah kawasan menurun drastis, bahkan sempat berada di kisaran 400 meter pada pagi hari. Asap terlihat cukup pekat dan membatasi pandangan masyarakat yang mulai menjalankan aktivitas sejak pagi. Kondisi udara yang memburuk juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan masyarakat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terutama ketika melakukan perjalanan dan beraktivitas di luar ruangan.
Penurunan jarak pandang menjadi salah satu dampak langsung dari meningkatnya konsentrasi asap di udara. Dalam kondisi normal, jarak pandang dapat mencapai beberapa kilometer, tetapi kabut asap yang pekat membuat objek di kejauhan menjadi sulit terlihat. Situasi tersebut dapat mengganggu aktivitas transportasi darat maupun penerbangan apabila berlangsung dalam waktu lama. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Penggunaan lampu kendaraan juga dapat membantu meningkatkan visibilitas ketika melewati kawasan dengan asap tebal.
Kabut asap yang memasuki Palembang berkaitan dengan masih munculnya titik kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi menyebar apabila tidak segera ditangani. Asap dari lokasi kebakaran kemudian dapat terbawa angin menuju kawasan permukiman dan perkotaan. Perubahan arah serta kecepatan angin turut menentukan tingkat kepekatan asap yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kondisi udara di Palembang dapat berubah dalam waktu relatif cepat.
Tim gabungan terus melakukan penanganan karhutla melalui pemadaman darat dan pembasahan pada area yang masih memiliki titik panas. Penanganan lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun bagian atas terlihat telah padam. Pembasahan secara menyeluruh diperlukan untuk mencegah titik api kembali muncul. Pemantauan juga dilakukan pada kawasan yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi sumber asap yang memengaruhi kualitas udara Palembang dan daerah sekitarnya.
Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap dapat memengaruhi kesehatan terutama apabila mengandung konsentrasi partikel halus yang tinggi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan dan jantung termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati. Paparan asap dapat memicu keluhan seperti batuk, iritasi mata, tenggorokan tidak nyaman, dan sesak pada individu yang rentan. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap sedang pekat. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat membantu mengurangi paparan saat harus beraktivitas di luar.
Kondisi karhutla di Sumatera Selatan menjadi perhatian karena musim kering meningkatkan risiko kebakaran pada lahan yang mudah terbakar. Upaya pencegahan menjadi penting agar kejadian tidak semakin meluas dan menghasilkan kabut asap berkepanjangan. Patroli pada wilayah rawan, pembasahan lahan, serta pemantauan titik panas perlu dilakukan secara konsisten. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Temuan kebakaran sebaiknya segera dilaporkan agar penanganan dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi lebih besar.
Pemerintah daerah bersama unsur penanggulangan bencana perlu terus memantau kualitas udara serta perkembangan jarak pandang. Informasi tersebut penting bagi masyarakat maupun pengelola transportasi untuk menentukan langkah keselamatan. Apabila kualitas udara memburuk, penyesuaian aktivitas luar ruangan dapat diperlukan untuk kelompok rentan. Sekolah, fasilitas kesehatan, dan tempat kerja juga perlu memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan. Pemantauan secara berkala menjadi penting karena tingkat kepekatan asap dapat berubah mengikuti cuaca dan arah angin.
Turunnya jarak pandang hingga sekitar 400 meter menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi kebakaran. Asap dapat bergerak menuju kawasan perkotaan dan memengaruhi aktivitas masyarakat dalam wilayah yang luas. Penanganan titik api menjadi langkah utama untuk memperbaiki kondisi udara dan mencegah kabut asap semakin pekat. Masyarakat Palembang diimbau terus mengikuti perkembangan kualitas udara serta menjaga kesehatan selama asap masih terlihat. Upaya pemadaman dan pencegahan karhutla diharapkan dapat segera mengurangi kabut asap sehingga aktivitas warga kembali berlangsung dengan lebih aman.




