Jakarta, 6 Mei 2026 – Amerika Serikat mengklaim peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran semakin besar setelah kedua negara disebut memasuki tahap akhir pembahasan. Washington kini menunggu respons resmi dari Teheran dalam waktu 48 jam ke depan.
Laporan media internasional menyebut kedua pihak tengah membahas nota kesepahaman yang memuat kerangka penghentian konflik sekaligus membuka jalan bagi negosiasi nuklir yang lebih rinci dalam beberapa pekan mendatang.
Dalam pembahasan tersebut, Iran disebut diminta menyetujui moratorium pengayaan nuklir, sementara Amerika Serikat dikabarkan siap membuka akses terhadap miliaran dolar dana Iran yang sebelumnya dibekukan.
Pemerintah AS menilai pembicaraan kali ini menjadi titik paling dekat menuju kesepakatan sejak konflik memanas beberapa waktu terakhir. Meski demikian, sejumlah poin penting masih menunggu keputusan akhir dari pemerintah Iran.
Di sisi lain, pihak Iran menyatakan proposal dari Amerika Serikat masih dalam tahap peninjauan. Pemerintah Teheran disebut akan menyampaikan sikap resminya melalui jalur diplomasi dan mediator internasional setelah proses evaluasi selesai dilakukan.
Perkembangan ini langsung menjadi perhatian dunia internasional karena hubungan AS dan Iran selama ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Jika kesepakatan berhasil tercapai, kedua negara diperkirakan akan memasuki fase negosiasi lanjutan selama sekitar 30 hari guna membahas detail teknis terkait keamanan kawasan dan program nuklir Iran.
Sejumlah negara menyambut positif sinyal meredanya ketegangan tersebut karena konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran dinilai berdampak besar terhadap keamanan global, harga energi, serta jalur perdagangan internasional.
Meski optimisme mulai terlihat, para pengamat menilai proses diplomasi masih menghadapi tantangan besar mengingat hubungan kedua negara selama ini penuh ketegangan dan kepentingan geopolitik yang kompleks.





