Jakarta, 6 November 2026 – Kebiasaan mengucek mata ketika terasa gatal, lelah, atau terkena debu sering dianggap sebagai tindakan sederhana yang tidak berbahaya. Padahal, menggosok mata terlalu keras dan berulang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada bagian kornea. Kornea merupakan lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam memfokuskan cahaya agar penglihatan tetap jelas. Tekanan berlebihan pada bagian tersebut berisiko menyebabkan iritasi, luka, hingga perubahan bentuk kornea. Karena itu, masyarakat disarankan tidak sembarangan mengucek mata ketika mengalami rasa tidak nyaman.
Dokter spesialis mata menjelaskan bahwa kornea memiliki struktur jaringan yang harus dijaga agar tetap mempertahankan bentuk dan fungsinya. Ketika seseorang mengucek mata dengan tekanan kuat, gesekan antara kelopak mata dan permukaan kornea dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan terluar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa perih, mata merah, dan penglihatan kabur. Risiko menjadi lebih besar apabila tangan yang digunakan dalam keadaan kotor atau mengandung partikel debu. Kebiasaan ini juga dapat memperburuk gangguan mata yang sebelumnya sudah dialami seseorang.
Salah satu gangguan yang berkaitan dengan kebiasaan mengucek mata secara berlebihan adalah keratokonus. Kondisi tersebut terjadi ketika kornea mengalami penipisan dan perubahan bentuk menjadi lebih menonjol menyerupai kerucut. Perubahan bentuk kornea dapat menyebabkan penglihatan menjadi buram, berbayang, atau mengalami peningkatan silinder. Mengucek mata secara kuat dan berulang diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko serta perburukan keratokonus, terutama pada individu yang memiliki faktor kerentanan. Meski demikian, kebiasaan mengucek mata bukan satu-satunya penyebab karena faktor genetik dan kondisi jaringan kornea juga berperan.
Selain meningkatkan risiko gangguan kornea, mengucek mata dapat memperburuk gejala alergi. Ketika mata terasa gatal akibat debu, serbuk sari, atau zat pemicu alergi lainnya, menggosok mata justru dapat meningkatkan iritasi dan peradangan. Gesekan yang terjadi juga berpotensi memperparah pembengkakan pada kelopak mata. Pada beberapa kasus, kebiasaan tersebut menyebabkan pembuluh darah kecil di sekitar mata menjadi lebih terlihat sehingga mata tampak merah. Kondisi ini sering membuat seseorang kembali mengucek mata dan akhirnya terjebak dalam siklus gatal serta iritasi.
Risiko lainnya muncul ketika seseorang mengucek mata menggunakan tangan yang belum dibersihkan. Tangan dapat membawa bakteri, virus, maupun partikel asing dari berbagai permukaan yang disentuh sepanjang hari. Ketika tangan menyentuh mata, mikroorganisme tersebut berpotensi berpindah ke permukaan mata dan menyebabkan infeksi. Salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah konjungtivitis, yaitu peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan tangan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan mata.
Untuk mengatasi mata gatal tanpa menguceknya, masyarakat dapat menggunakan kompres dingin pada kelopak mata yang tertutup. Cara tersebut dapat membantu meredakan rasa gatal dan pembengkakan ringan, terutama akibat alergi. Penggunaan air mata buatan juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat mata kering atau iritasi ringan. Apabila terdapat debu atau benda asing, mata sebaiknya dibilas menggunakan cairan steril yang sesuai dan tidak digosok. Jika keluhan terus berlangsung, pemeriksaan ke dokter mata diperlukan untuk mengetahui penyebab serta mendapatkan penanganan yang tepat.
Menjaga kesehatan kornea menjadi bagian penting dalam mempertahankan kualitas penglihatan jangka panjang. Masyarakat dianjurkan menghindari kebiasaan mengucek mata secara berlebihan, terutama ketika mata sedang mengalami iritasi atau alergi. Penggunaan obat tetes mata juga sebaiknya disesuaikan dengan penyebab keluhan dan tidak dilakukan sembarangan. Apabila muncul nyeri hebat, mata sangat merah, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan tiba-tiba menurun, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan. Dengan mengubah kebiasaan sederhana dan menjaga kebersihan mata, risiko kerusakan kornea serta gangguan penglihatan dapat dikurangi.




