Jakarta, 4 Mei 2026 – Gunung Mayon di Filipina kembali mengalami erupsi yang memaksa ribuan warga di sekitarnya dievakuasi. Aktivitas vulkanik meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir, ditandai dengan keluarnya lava pijar dan kolom abu dari kawah.
Pihak berwenang setempat segera menetapkan status siaga dan memperluas zona bahaya di sekitar gunung. Warga yang tinggal di wilayah rawan diminta meninggalkan rumah mereka dan menuju tempat penampungan sementara yang telah disediakan pemerintah.
Proses evakuasi berlangsung secara bertahap dengan melibatkan aparat dan relawan. Prioritas diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta ibu hamil guna memastikan keselamatan mereka.
Erupsi Gunung Mayon dikenal memiliki karakteristik letusan eksplosif yang berpotensi mengeluarkan awan panas dan aliran lava. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area terlarang demi menghindari risiko yang lebih besar.
Selain ancaman lava, hujan abu juga mulai dirasakan di sejumlah wilayah sekitar. Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga, termasuk gangguan pernapasan dan jarak pandang yang menurun.
Pemerintah Filipina terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah antisipasi jika aktivitas gunung meningkat. Bantuan logistik dan layanan kesehatan juga telah disalurkan kepada para pengungsi.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya aktivitas vulkanik di kawasan Cincin Api Pasifik, yang mengharuskan masyarakat dan pemerintah selalu siap menghadapi potensi bencana alam.







