Jakarta, 1 Mei 2026 – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap bahwa massa berbaju hitam yang terlibat dalam kericuhan saat peringatan Hari Buruh Internasional di Bandung diduga merupakan bagian dari kelompok anarko.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden perusakan fasilitas publik yang terjadi di tengah aksi buruh. Sejumlah objek seperti pos polisi dan videotron menjadi sasaran aksi vandalisme oleh kelompok tersebut.
Menurut aparat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, kelompok ini diduga menyusup ke dalam massa aksi yang awalnya berlangsung damai. Kehadiran mereka memicu situasi menjadi tidak kondusif dan berujung kericuhan.
“Kami mengidentifikasi adanya kelompok tertentu yang memang kerap muncul dalam aksi massa dan melakukan tindakan anarkis,” ujar Kapolda dalam keterangannya.
Polisi saat ini tengah melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan serta peran masing-masing individu yang terlibat. Beberapa orang telah diamankan dan masih dalam proses pemeriksaan.
Di sisi lain, perwakilan serikat buruh menegaskan bahwa aksi mereka tidak terkait dengan tindakan anarkis tersebut. Mereka menilai kericuhan terjadi akibat ulah pihak luar yang tidak memiliki kepentingan terhadap tuntutan buruh.
Pengamat keamanan menilai bahwa fenomena penyusupan kelompok anarko dalam aksi massa bukan hal baru. Kelompok ini sering memanfaatkan momentum aksi besar untuk menyampaikan agenda mereka melalui tindakan yang bersifat destruktif.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku perusakan sesuai hukum yang berlaku.
Hingga saat ini, situasi di Bandung telah berangsur kondusif dengan pengamanan yang masih diperketat di sejumlah titik.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi aparat dan masyarakat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga aksi unjuk rasa tetap berjalan secara damai dan tertib.


